Sakit karena Keguguran, Ratu Keraton Agung Sejagat Minta Penangguhan Penahanan

Kristadi ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 13:00 WIB
Sakit karena Keguguran, Ratu Keraton Agung Sejagat Minta Penangguhan Penahanan
Fanni Aminadia alias 'Ratu' Keraton Agung Sejagat. (Foto: iNews.id/Kristadi)

SEMARANG, iNews.id - Tim kuasa hukum tersangka penipuan dan keonaran, Fanni Aminadia mengajukan penangguhan penahanan kliennya. Mereka berdalih, Ratu Keraton Agung Sejagat itu sakit pascakeguguran.

Setelah memasuki tujuh hari masa penahanan sejak ditangkap pada tanggal 14 Januari 2020, kuasa hukum mengajukan surat penangguhan penahanan kepada penyidik Ditreskrimum Polda Jateng.

"Ada pengajuan penangguhan penahanan atau perubahan status penahanan terhadap klien kami khususnya ibu Fanni," ujar kuasa hukum Fanni, Mohamad Sofian, di Semarang, Selasa (21/1/2020).

BACA JUGA: Gaji Rp360 Juta Tak Dibayarkan, TKI Asal Blora Ini Minta Bantuan Pemerintah

Dalam keteranganya, Fanni mengaku kondisi kesehatannya tidak stabil usai keguguran pada tanggal 27 Desember 2019 lalu.

"Keterangan dari bu Fanni, dia kesehatannya belum stabil karena tanggal 27 Desember itu mengalami keguguran. Masih masuk masa nifas. Kita sudah mengajukan penangguhan penahanan," katanya.

Dia memastikan, kliennya akan tetap kooperatif dengan penyidik, tidak akan menghilangkan barang bukti dan tidak mempengaruhi saksi-saksi.

BACA JUGA: Tak Punya Darah Raja, Toto Santoso Akui Keraton Agung Sejagat Fiktif

Sofian berharap, tim penyidik dapat mengabulkan permohonan ini, mengingat Fanni juga memiliki anak yang masih kecil. Untuk memperlancar permohonan penangguhan penahanan, tim kuasa hukum beserta keluarga Fanni bersedia menjadi jaminan.

Sebelumnya, Polda Jawa Tengah resmi menetapkan Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) menjadi tersangka pada Rabu (16/1/2020). Keduanya dijerat pasal penipuan dan keonaran.

Rumah kontrakan Toto di Godean, Sleman juga digeledah. Pascapenggeledahan, warga Desa Sidoluhur, Sleman, penemuan makam yang diketahui berisi janin Fanni.


Editor : Nani Suherni