Tak Pakai Masker, Pengendara Motor di Banyumas akan Dikejar Tim Pemburu

Antara ยท Sabtu, 30 Mei 2020 - 15:46 WIB
Tak Pakai Masker, Pengendara Motor di Banyumas akan Dikejar Tim Pemburu
Tim pemburu dari Dishub Pemkab Banyumas diterjunkan untuk memburu pengendara kendaraan bermotor yang tidak mengenakan masker. (Foto: Pemkab Banyumas)

PURWOKERTO, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, terus melakukan razia penggunaan masker. Bahkan, pemkab menerjunkan tim pemburu untuk mengejar pengendara kendaraan bermotor yang tidak memakai masker dan berusaha kabur.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie mengatakan, pembentukan tim pemburu ini atas perintah Bupati Banyumas Achmad Husein. Pasalnya, setiap operasi atau razia masker, sering kali ada warga atau pengendara yang berusaha kabur karena tidak mengenakan masker.

"Karena itu, bupati meminta agar personel Dishub Banyumas yang bisa dan terampil mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dilibatkan dalam setiap operasi atau razia masker," katanya di Purwokerto, Sabtu (30/5/2020).

Tim pemburu yang terdiri atas empat personel Dishub Kabupaten Banyumas itu dilengkapi empat unit sepeda motor itu. Mereka hanya membantu pelaksanaan razia. "Jadi kalau ada pengendara yang berusaha kabur ketika ada razia masker, tim pemburu ini akan melakukan pengejaran," katanya.

Selain menerjunkan tim pemburu, Pemkab Banyumas memandang perlu membuka posko di empat titik perbatasan yang meliputi Sokaraja, Tambak, Wangon, dan Ajibarang. Empat posko tersebut akan difungsikan untuk mendukung penyekatan yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas.

"Posko ini didirikan untuk mengendalikan transportasi serta pembatasan perjalanan orang selama arus balik Lebaran dan pandemi Covid-19. Pembukaan posko akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Juni dan akan berakhir pada tanggal 7 Juni 2020," katanya.

Sementara Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Banyumas dalam siaran pers menyebutkan, Bupati Banyumas Achmad Husein terus memimpin razia masker di berbagai lokasi. Razia digelar karena masker saat ini menjadi sesuatu yang vital untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Warga Banyumas diingatkan agar tidak pernah lupa menggunakan masker. Bupati juga dalam setiap kesempatan akan terus menegur langsung warga Banyumas yang tidak menggunakan masker.

"Bukannya tidak tahu protokol kesehatan, mereka cenderung orang yang 'ndablek' dan 'ngeyel'. Di beberapa tempat masih ditemukan sekitar 10 persen warga yang tidak mengenakan masker," katanya.

Pemkab Banyumas juga meminta semua pihak bergotong royong untuk saling mengingatkan agar patuh pada protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah. Dengan begitu, pandemi Covid-19 juga dapat segera berlalu.


Editor : Maria Christina