Tok! Raja Keraton Agung Sejagat Divonis 4 Tahun Penjara

Joe Hartoyo ยท Selasa, 15 September 2020 - 16:08 WIB
Tok! Raja Keraton Agung Sejagat Divonis 4 Tahun Penjara
Terdakwa Totok Santoso (43) dan Fani Aminadia (42) (Foto: iNews/Joe Hartoyo)

PURWOREJO, iNews.id - Sidang vonis perkara menyebar berita bohong yang menimbulkan keonaran dengan terdakwa Totok Santoso (43) dan Fani Aminadia (42) dibacakan Selasa siang (15/9/2020). Majelis hakim sepakat memvonis Raja Keraton Agung Sejagat itu hukuman penjara empat tahun. Sementara sang ratu hanya divonis 1 tahun enam bulan.

Persidangan dipimpin majelis hakim yang terdiri atas Ketua Sutarno, dan anggota Anshori Hironi serta Syamsumar Hidayat (anggota). Persidangan dilaksanakan secara virtual karena masih pandemi Covid-19.

Sebelumnya, persidangan telah tertunda selama dua kali. Baik Totok dan Fani merupakan terdakwa kasus berita bohong yang menimbulkan keonaran. Dari pantauan iNews, saat awal sidang kedua terdakwa terlihat tegar. Namun, usai mendengar lamanya hukuman Fani tampak berusaha menenangkan suaminya. Mereka terlihat saling menguatkan.

Jaksa Penuntut Umum, Abdul Aziz mengatakan, pihaknya masih memikirkan upaya banding atau tidak. Langkah tersebut masih menunggu instruksi pempinan.

"Putusan ini ada hak ya bagi penuntut umum dan penasihan hukum untuk mengajukan banding. Tapi kami masih pikir-pikir dulu," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Totok dan Fani, Muhammad Sofyan mengatakan, untuk akan berkoordinasi langsung untuk sikap selanjutnya.

"Kami akan ke rutan untuk menanyakan sikap selanjutnya," kata Sofyan.

Namun, dari hasil vonis keduanya masih tidak terima dengan penjelasan hakim atas pertimbangan hukum yang menjerat keduanya. Sofyan berpendapat terdakwa mengaku menggelar acara kirab Keraton Agung Sejagat dalam rangka upaya melestarikan budaya.

"Kami menghormati pendapat majelis hakim. Tapi kedua terdakwa mengatakan bahwa apa yang dilakukan itu semata-mata untuk etikad baik dan bagian yang dilindungi undang-undang dalam rangka melestarikan budaya," kata Sofyan.


Editor : Nani Suherni