UNS Solo Mulai Gelar Uji Coba Kuliah Tatap Muka

Ary Wahyu Wibowo ยท Rabu, 07 April 2021 - 13:29:00 WIB
UNS Solo Mulai Gelar Uji Coba Kuliah Tatap Muka
Rektor UNS Solo Profesor Jamal Wiwoho saat memantau uji coba perkuliahan tatap muka (PTM), Rabu (7/4/2021) pagi. Foto: Ist.

SOLO, iNews.id – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mulai menggelar uji coba perkuliahan tatap muka (PTM), Rabu (7/4/2021) pagi. Uji coba diikuti mahasiswa angkatan 2020/2021 di tiga fakultas. 

Uji coba dipantau langsung Rektor UNS Solo, Profesor Jamal Wiwoho dengan mengunjungi Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kedokteran (FK) UNS, dan Fakultas Keolahragaan (FKOR). Ketiga fakultas mendapat kesempatan uji coba PTM di Minggu pertama bulan April 2021.

Jamal memeriksa penerapan protokol kesehatan (prokes) bagi mahasiswa dan dosen sebelum memasuki ruang perkuliahan dan selama menjalani PTM di dalam ruangan. Mahasiswa yang hadir dalam uji coba PTM telah mendapatkan izin dari orang tua dan telah menjalani tes cepat antigen.

"UNS mencoba untuk melakukan pembelajaran secara luring atau tatap muka. Kami mengambil kebijakan untuk membuka (uji coba PTM) dengan dua hal, yaitu bersyarat dan bertahap,” ujar Jamal Wiwoho.

Bersyarat artinya harus mendapat izin Satgas Covid-19 Pemkot Solo, mendapat izin orang tua, dan mahasiswa telah dinyatakan negatif Covid-19 lewat tes cepat antigen atau tes usap.

Sedangkan bertahap adalah membagi sesi masuk PTM bagi mahasiswa. Untuk tahap uji coba, UNS hanya membuka kesempatan PTM bagi mahasiswa angkatan 2020/ 2021. Jika laju kasus Covid-19 menurun dan laju vaksinasi meningkat, maka direncanakan pembukaan PTM bagi mahasiswa semester atas.

"Kami juga meminta agar prokes tetap dijalankan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan sebelum masuk, dan diukur suhu tubuh. Tempat duduk kuliah juga sudah diatur jaraknya,” ucap Jamal. 

Dirinya senang melihat para mahasiswa yang sudah rindu masuk kampus. Namun mereka harus memastikan diri sehat terlebih dahulu. 

“UNS belum bisa mengundang seluruh mahasiswa yang jumlahnya hampir 40.000, dan hanya bisa perwakilannya dulu," ucapnya.

Jamal juga menyampaikan jika UNS sudah mengajukan permintaan agar seluruh pimpinan universitas dan dosen divaksin Covid-19. Namun karena jumlahnya terbatas, belum semua dosen bisa divaksin. Sejauh ini terdapat sekitar 450 dosen telah divaksin. Diutamakan usianya 60 tahun ke atas, para pimpinan dan organ-organ di UNS. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo