Video Viral Gerobak Berjalan Sendiri ke Ruang Jenazah di RSUD Wonosari

Kismaya Wibowo · Rabu, 12 Februari 2020 - 16:24 WIB
Video Viral Gerobak Berjalan Sendiri ke Ruang Jenazah di RSUD Wonosari
Gerobak penyimpanan limbah di rumah sakit umum daerah (RSUD) Wonosari berjalan sendiri (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

WONOSARI, iNews.id - Video gerobak penyimpanan limbah di rumah sakit umum daerah (RSUD) Wonosari berjalan sendiri viral di media sosial. Diketahui, gerobak tersebut menuju kamar jenazah.

Dari video amatir yang diterima iNews, terlihat sebuah gerobak tempat penyimpanan limbah bekas pakai terparkir. Selang berapa menit, gerobak itu berbelok dan berjalan sendiri tanpa didorong petugas.

Menurut penuturan petugas rumah sakit, gerobak tersebut memiliki berat lebih dari 10 kilogram. Terdapat tiga roda yang terpasang dengan rem di roda. Gerobak tersebut rupanya berjalan ke arah selatan rumah sakit hingga akhirnya berhenti di samping ruang jenazah.

Petugas penganggung jawab sanitasi RSUD Priyatno Budi Arto mengatakan, kejadian ini baru pertama kali. Tetapi dia melihat ini bukan hal aneh karena area penyimpanan limbah rumah sakit memiliki kemiringan jalan.

"Kalau kalian lihat, di sini sangat miring, enggak ada yang aneh. Mungkin karena ada daya dorong karena miring," ujarnya, Rabu (12/2/2020).

Dia mengaku tidak tahu persis kapan kejadian itu berlangsung. Kejadian gerobak berjalan sendiri ini terekam kamera penyintai atau CCTV di pintu keluar area sanitasi.

Video lainnya menunjukkan salah satunya pintu di samping ruang dahlia yang dekat ruang jenazah terbuka sendiri. Padahal pintu tersebut dalam keadaan tergembok.

Sementara itu, petugas pemulasaran RSUD Wonosari Sukarno mengaku kerap mengalami kejadian aneh. Salah satunya saat dia memandikan jenazah bayi.

"Banyak sekali itu kejadian yang aneh selama saja kerja di pemulasaran. Waktu itu jenazah bayi, dia kaya mengingatkan saya untuk hati-hati" katanya.

Manajemen RSUD Wonosari mengaku akan menindaklanjuti video viral tersebut agar diketahui penyebab pasti kejadian.


Editor : Nani Suherni