Limasan House Antar Desainer Interior Asal Solo Sabet Penghargaan Good Design Award
Pria kelahiran Januari 1991 ini berharap karyanya bisa menjadi referensi penataan desain interior rumah tradisional Jawa yang masih mempertahankan nuansa tradisional dengan penyesuaian di interior agar relevan dengan kebutuhan kehidupan modern.
Sebagai contoh, ia mendesain ulang jendela dalam rumah Jawa dari bentuknya yang kecil menjadi jendela kaca dengan ukuran yang cukup besar agar bisa memberi pencahayaan ruang yang lebih baik di bagian belakang rumah.
“Rumah tradisional Jawa, tidak jarang terlihat gelap, singup, bahkan terkesan angker. Sebenarnya hanya karena kurangnya pencahayaan saja, dengan sedikit penyesuaian di bagian jendela rumah, nuansa angker itu bisa dihilangkan, ruangan jadi terasa lebih terang, lebih lega dan nyaman,” ujar Lorca.
Ia berharap, makin banyak pemilik rumah tradisional Jawa yang mau mempertahankan bentuk asli rumahnya. Harapannya sebagai upaya pelestarian tradisi asli Jawa, tanpa harus kehilangan kenyamanan dan fungsi dari rumahnya.
Dalam karya desain interiornya ini, lulusan Curtin University, Perth, Australia itu masih mempertahankan fasade bangunan rumah limasan sesuai aslinya. Gradasi nuansa ruangan dari tradisi ke modern sudah mulai terasa di teras rumah.
Editor: Ary Wahyu Wibowo