Nekat Setubuhi Teman Facebook, Remaja Banyumas Terancam Penjara 15 Tahun

Antara ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 11:40:00 WIB
Nekat Setubuhi Teman Facebook, Remaja Banyumas Terancam Penjara 15 Tahun
erduga pelaku persetubuhan, FR (16) saat menjalani pemeriksaan di Kantor Satreskrim Polresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Foto: Dok Satreskrim Polresta Banyumas)

PURWOKERTO, iNews.id - Seorang remaja berinisial FR (16) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun. FR diduga menyetubuhi teman Facebooknya, perempuan berinisial NK (14) yang masih berstatus pelajar.

"Kasus dugaan persetubuhan ini terungkap berkat laporan keluarga korban, Isro (26), warga Kedungbanteng, Banyumas, pada 12 Juni 2020," kata Kasatreskrim Polresta Banyumas, AKP Berry, Kamis (18/6/2020).

Dia mengatakan kasus dugaan persetubuhan tersebut berawal dari perkenalan pelaku FR dengan korban NK melalui media sosial Facebook. Pada Selasa (9/6), sekitar pukul 12.00 WIB, korban berpamitan kepada Isro akan pergi ke rumah teman. Namun hingga sore tidak kunjung pulang.

Isro pun bertanya kepada RZ yang diketahui mengantarkan korban. Dia mendapat informasi jika NK dijemput FR.

NK yang ditunggu hingga malam tidak kunjung pulang. Isro kemudian mencarinya ke rumah FR di Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Banyumas, namun tidak bertemu. Hingga akhirnya pada hari Kamis (11/6/2020), sekitar pukul 21.00 WIB, Isro berhasil menemukan korban NK bersama terduga pelaku FR.

Saat ditanya Isro tentang apa saja yang dilakukan FR terhadap korban, NK mengatakan jika dirinya telah disetubuhi. Setelah mendengar jawaban tersebut, Isro langsung membawa Polsek Patikraja dan selanjutnya diserahkan ke Polresta Banyumas pada Jumat (12/6/2020), pukul 00.30 WIB.

"Pelaku FR telah kami amankan di Mapolresta Banyumas bersama sejumlah barang bukti," kata Berry.

Dia mengatakan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, FR bakal dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang tentang Perlindungan Anak. FR terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda maksimal Rp5 miliar.

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: