Pariwisata Ditutup, Begini Keluh Kesah Pedagang Barang Antik Pasar Triwindu Solo

Antara ยท Sabtu, 21 Agustus 2021 - 18:01:00 WIB
Pariwisata Ditutup, Begini Keluh Kesah Pedagang Barang Antik Pasar Triwindu Solo
Seorang pedagang barang antik saat sedang memeriksa dagangannya di Pasar Triwindu, Solo, Sabtu (21/8/2021). Foto: ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.

SOLO, iNews.id - Sejumlah pedagang barang antik di Pasar Triwindu Solo mengeluh sepi pembeli di masa pandemi Covid-19. Transaksi penjualan anjlok hingga 90 persen. 

"Perdagangan selama pandemi sejak 2020 hingga sekarang sangat sepi, sehingga transaksi diperkirakan rata-rata hanya sekitar 10 persen per bulan dari pembeli lokal saja," kata Sulardi (47) salah satu pedagang di Pasar Triwindu Solo, Sabtu (21/8/2021). 

Bahkan tokonya tutup selama tujuh bulan, yakni April hingga November 2020 karena pandemi. Para pedagang barang antik setelah tutup kembali buka pada Juli 2021. Namun waktunya dibatasi dan sepi pengunjung yang belanja.

"Perdagangan barang antik di Pasar Triwindu Ngarsopura Solo, masa pandemi penurunan mencapai 90 persen, karena tidak ada pengunjung yang datang berbelanja," katanya.

Menurut dia, sepinya pengunjung salah satu penyebabnya karena pariwisata ditutup. Tidak ada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang masuk dan datang di Pasar Triwindu.

"Selama PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sejak Juli 2021 buka tetapi dibatasi waktunya, sehingga hanya melayani pembeli dari lokal. Sedangkan wisatawan atau turis dari mancanegara sepi karena pariwisata masih ditutup," katanya.

Sebelum pandemi, banyak turis dari mancanegara yang datang ke pasar Triwindu mencari cenderamata. Bahkan ada yang mencari barang antik lampu peninggalan zaman Belanda yang harganya mulai Rp650 ribu per buah hingga Rp5 juta per buah tergantung ukurannya.

Editor : Ary Wahyu Wibowo

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: