Warga Akui Ada Ritual Tengah Malam di Keraton Agung Sejagat Purworejo

Joe Hartoyo ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 11:12 WIB
Warga Akui Ada Ritual Tengah Malam di Keraton Agung Sejagat Purworejo
Batu di area Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Purworejo. (Foto: iNews.id/Joe Hartoyo)

PURWOREJO, iNews.id - Warga Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Purworejo geger dengan kemunculan Keraton Agung Sejagat di wilayahnya. Mereka menolak dan menilai kegiatan keraton menganggu masyarakat sekitar.

Tokoh masyarakat setempat Jumeri mengatakan, keraton yang dipimpin Totok Santosa Hadiningrat ini kerap menggelar ritual seperti membakar dupa hingga bersorak di malam hari.

BACA JUGA: Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo Klaim Hak Tanah 500 Tahun Lalu

"Itu ada bakar-bakar dupa dan lain-lain. Di bawah batu itu ada ayam mati. Tengah malam lebih orang tepuk-tepuk, sorak-sorak," ujarnya, Senin (13/1/2020).

Dia menilai kegiatan Keraton Agung Sejagat sudah menganggagu warga beristirahat. Jumeri mengaku baru mengetahui rumah Totok Santosa Hadiningrat sebagai keraton beberapa hari setelah gelaran kirab pada Jumat (10/1/2020).

BACA JUGA: Ganjar Angkat Bicara tentang Kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo

"Kalau malam-malam sorak-sorat pakai speaker lagi. Lebih dari jam 12.00 malam," katanya.

Secara tegas, Jumeri menolak kehadiran Keraton Agung Sejagat dan meminta pemerintah segara turun tangan.

"Kalau saya ini benar-benar enggak cocok," ucapnya.


Editor : Nani Suherni