Warga di Puncak Pegunungan Lasem Berjuang Dapatkan Air Bersih di Awal Kemarau

Musyafa ยท Rabu, 19 Mei 2021 - 16:19:00 WIB
Warga di Puncak Pegunungan Lasem Berjuang Dapatkan Air Bersih di Awal Kemarau
Warga Dusun Kolilo, Desa Sendangcoyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang saat antre mengambil air. Foto: iNews/Musyafa Musa.

REMBANG, iNews.idKekeringan melanda Dusun Kolilo, Desa Sendangcoyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Warga yang berada di puncak pegunungan Lasem tersebut sudah kesulitan air bersih di awal musim kemarau.

Dusun Kolilo merupakan salah satu daerah yang lokasinya tertinggi di Kabupaten Rembang. Dari wilayah ini, hamparan dataran rendah, maupun pesisir pantai utara Jawa dapat dilihat. Kanan-kiri dusun diapit hutan lindung yang cukup lebat, dengan panorama keindahan alam yang memukau. 

Namun siapa menyangka, masyarakat Dusun Kolilo sejak awal Mei 2021 kemarin sudah menghadapi kesulitan air bersih cukup parah meskipun terhitung baru awal musim kemarau. Dusun yang dihuni sekitar 70 kepala keluarga (KK), mengandalkan sumber air dari sungai tengah hutan yang dialirkan menuju bak-bak penampungan. 

Untuk mendapatkan air bersih satu jeriken, warga setempat harus rela antre berjam-jam. Antrean jeriken yang ditunggui anak-anak hingga orang dewasa, menjadi pemandangan yang biasa. Bahkan kondisi semacam ini ternyata sudah terjadi sejak Januari lalu.

Seorang warga Dusun Kolilo, Tonah mengaku antre menaruh jirigen saat Subuh dan baru memperoleh giliran mengambil air sekitar pukul 11.00 WIB. Saat tengah malam, antrean air masih ramai. Waktu untuk tidur diabaikan demi air. Karena air sangat berharga, Tonah dan keluarganya mandi sekali dalam sehari agar lebih hemat. 

“Kebutuhan paling banyak untuk mandi, nyuci dan masak. Harapannya ke depan kondisi ini tidak berlarut-larut,” kata Tonah, Rabu (19/5/2021). 

Sulastri, warga lainnya menceritakan, meskipun banyak pepohonan namun kampungnya sulit sumber air. Beberapa kali warga maupun pihak desa melakukan pengeboran sampai kedalaman ratusan meter, namun keluar air. Bahkan alatnya sampai lepas tertinggal di dalam tanah, sehingga pengeboran dihentikan ketika bulan puasa kemarin.

Editor : Ary Wahyu Wibowo

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: