Bupati Karanganyar Marahi Pegawai Dishub gegara Tak Bisa Jelaskan Aplikasi KIR

Bramantyo · Senin, 19 September 2022 - 14:46:00 WIB
Bupati Karanganyar Marahi Pegawai Dishub gegara Tak Bisa Jelaskan Aplikasi KIR
Bupati Juliyatmono Ngamuk saat pegawai Dishub Karanganyar tak bisa menjelaskan sistem kerja aplikasi anjungan KIR (Bramantyo)

KARANGANYAR, iNews.id - Bupati Karanganyar Juliyatmono marah-marah kepada Pegawai Dinas Perhubungan (Dishub). Kemarahan Juliyatmono dipicu karena pegawai Dishub tak bisa menjelaskan fungsi alat nomor antrean KIR baru yang terpasang di loket antrean pengujian kendaraan.

Peristiwa itu terjadi saat Juliyatmono memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan. Usai upacara, Bupati diarahkan untuk melihat alat Sistem bantuan Non Tunai atau SiBANTER yang terpasang di depan loket.

Awalnya pihak Dishub menerangkan fungsi sistem kerja alat tersebut. Namun, Bupati meminta satu orang yang saat itu tengah mengantre sebagai peraga. Di sini lah emosi Bupati yang saat itu didampingi Wakil Bupati Rober Christanto dan Sekretaris Daerah Sutarno terjadi..

Awalnya Rober Christanto menanyakan pada Kasi Pengujian Sarana Dishub Haryanto, tentang sistem mesin antrean baru. Rober menanyakan fungsi mesin antrean baru yang terpasang ini untuk mempermudah masyarakat mendapatkan antrean.

"Mesin ini kan untuk mempermudah yang mau mengurus KIR mendapatkan antrean. Tapi saat loket dibuka, yang tadi sudah mengantre tidak ada di tempat, kemudian datang, apakah nomor antrean ini masih berlaku atau harus mengantre lagi," tanya Rober pada Haryanto.

Haryanto tidak langsung menjawab. Pegawai Dishub itu hanya diam saat Rober Christanto menanyakan hal tersebut. Melihat pertanyaan patner kerjanya tidak segera dijawab, Bupati Juliyatmono pun saat itu mempertegas kembali pertanyaan yang ditanyakan Wakilnya itu.

"Masnya ini (Sambil menunjuk pada warga masyarakat yang jadi peraga) sudah antre dari pagi jam 6 pagi. Wis (sudah) daftar pertama kali, urung ono uwong teko (Belum ada orang datang). Nunggu waktu sampai jam 7.30 WIB, terus aku metu ngurusi apa-apa dulu. Datang sini itu sudah telat, tidak datang awal tadi terakhir sendiri, jam 9 atau jam 10. Cara mengatasi ini bagaimana. Disini sudah banyak orang mengantre," tanya Bupati dengan nada tinggi sambil mengetok alat baru. 

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: