Cerita Anak Petani hingga Penjual Bakpao Berjuang Ikuti Seleksi Bintara TNI AD

Ahmad Antoni ยท Selasa, 07 September 2021 - 11:15:00 WIB
Cerita Anak Petani hingga Penjual Bakpao Berjuang Ikuti Seleksi Bintara TNI AD
Empat peserta dengan beragam latar belakang ekonomi keluarga berfoto sebelum mengikuti Sidang Parade Penerimaan Calon Bintara PK TNI AD Sumber Reguler Pria TA 2021 Tingkat Panda IV/Diponegoro. (iNews/Ahmad Antoni)

SEMARANG, iNews.id – Menjadi seorang prajurit TNI AD tak hanya dibutuhkan kesiapan fisik dan mental, tapi juga perjuangan dan motivasi. Itulah yang dilakukan sejumlah peserta saat mengikuti Sidang Parade Penerimaan Calon Bintara PK TNI AD Sumber Reguler Pria TA 2021 Tingkat Panda IV/Diponegoro.

Apalagi bagi peserta dengan latar belakang keluarga kurang mampu. Tentu motivasi mereka berlipat untuk bersaing dan bisa lolos seleksi. Salah satunya Nur Ali Arifin, peserta seleksi bintara TNI AD asal Yogyakarta.

Ali merupakan anak pasangan Radiman dan Sumiati. Ayahnya merupakan petani cabai yang hanya berpenghasilan Rp500.000 per bulan. Namun  kondisi perekonomian keluarganya tak menyurutkan tekad mewujudkan mimpinya menjadi prajurit TNI AD.

“Motivasi saya ikut seleksi (caba TNI AD) selain ingin bekerja dan mendapatkan uang, saya ingin membahagiakan dan mengangkat derajat orang tua,” kata Ali saat ditemui iNews.id di kompleks Balai Diponegoro, Senin (6/9/2021).

Guna mewujudkan impiannya, alumnus SMK Maarif Wates itu mengaku teah melakukan segala persiapan terutama menyangkut fisik. “Ya persiapannya seperti lari, pull up, renang, sit up hingga push up,” kata pria kelahiran 23 Mei 2001 ini.

Senada juga diungkapkan oleh Hermanto. Dia mengaku sejak kecil bercita-cita menjadi prajurit TNI AD.  Hermanto merupakan anak pasangan Sutadi (41) dan Supiati (39). Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dan buruh tani.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: