Kisah Perjuangan Hidup 13 Sahabat Difabel yang Menyentuh Hati
Kisah mereka sungguh menyentuh hati. Pendampingan para orangtua juga merupakan kisah rasa cinta tiada tara untuk buah hatinya. Seperti Naufal Asy Syadad yang tinggal di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pemuda ini menyandang autisma. Orangtuanya mengetahui ketika ia berusia 18 bulan setelah melalui terapi.
Pada usia 4 tahun, bakat Naufal di bidang matematika diketahui orangtuanya. Ternyata Naufal kecil ini ternyata juga piawai bermain piano maupun menggambar. Namun sikapnya yang ingin segalanya sempurna (perfeksionis) menjadikan ia sering menangis bila merasa gagal di suatu bidang.
Orangtuanya pun menemukan solusi. Ia sering mengikutkan Naufal di berbagai lomba matematika. Kemenangan dan kekalahan itu hal yang biasa dan ia harus mampu menerima.
Prestasi matematika Naufal memang luar biasa. Pada usia 11 tahun Naufal mendapatkan juara nasionalnya yang pertama, yaitu lomba Kompetisi Matematika Pasiad VII. Prestasi-prestasi Naufal lainnya adalah Naufal terpilih sebagai sosok difabel muda yang bisa mengikuti Training Workshop on Initiators for Self-Help Group of Persons with Disabilities towards Sustainable Community Development.
Perilakunya yang kadang-kadang masih sulit diterima oleh teman sebayanya menyebabkan Naufal mengalami benturan dengan teman-teman sekolahnya, hingga akhirnya ketika di SMA, ia pernah dikeroyok, dipukul, dan dibully secara beramai-ramai oleh rekan-rekannya. Beruntung ia tidak mengalami trauma. Kini ia kuliah di sebuah kampus di Semarang dan dengan enteng ia mengakui sebagai pemuda mantan penyandang autisma.
Editor: Ahmad Antoni