Kisah Perjuangan Hidup 13 Sahabat Difabel yang Menyentuh Hati
Tak kalah heroik, kisah Adi Gunawan (33) merupakan tunanetra pendiri Institut Adi Gunawan di Malang, Jawa Timur yang ia dedikasikan membantu sesama tunanetra.
Ia dilahirkan dengan memiliki kondisi hambatan penglihatan yang pada saat ini disebut tunanetra low vision. Pada masa kanak-kanak hingga usia 6 tahun, ia tidak mampu melihat jauh maupun melihat benda-benda kecil. Jika malam hari ia tidak mampu melihat sama sekali. Semuanya gelap.
Meski begitu Adi mampu menamatkan sekolah di sekolah umum hingga lulus SMP. Akan tetapi ketika akan masuk ke SMA, pihak sekolah menolak karena ragu Adi mampu mengikuti pelajaran dengan kondisi matanya yang tidak mampu melihat.
Karena kondisi ekonomi orangtuanya kurang mampu, maka pupus sudah harapan Adi untuk melanjutkan sekolah. Selama enam tahun ia tidak mampu mengembangkan diri.
Namun Tuhan memberikan mukjizat. Seorang saudara sepupunya datang dengan membawa gitar. Mendengar suara denting gitar, Adi tergugah. Ia merasakan suara itu sangat merdu. Ia ingin belajar. Bahkan ayahnya meminta sepupunya untuk meminjamkan gitarnya agar Adi bisa belajar. Sang ayah bahkan membuatkan chord-chord sederhana agar Adi mampu belajar gitar.
Editor: Ahmad Antoni