Kisah Perjuangan Hidup 13 Sahabat Difabel yang Menyentuh Hati
Syihab kembali ke Malang dan menjalani terapi lanjutan di Mutiara Hati RS Unisma Malang. Di sana ia belajar banyak hal yang berkaitan dengan prilaku dan kemandirian. Ia juga belajar banyak hal dan dilakukan tes bakat. Akhirnya terlihat bakat Syihab di bidang menyanyi dan mengaji.
Sejak kecil ia suka mendengar musik karena mempunyai kelebihan di pendengaran. Ia juga punya daya ingat yang sangat kuat. Lantas orangtuanya mengarahkan kemampuan Syihab mengisi memory card pada MP3 dengan surat surat pendek Al Qur'an.
Syihab ternyata suka dan selalu mendengarkan MP3 yang berisi murottal Al Qur’an juz 30 tersebut dengan sangat khidmat. Lantunan ayat -ayat suci Al Qur’an dari berbagai suara didengarkan setiap hari dan berulang kali. Sejak bangun pagi dan menjelang tidur malam.
Hingga akhirnya orangtua Syihab merasa ikhlas dalam menerima segala cobaan yang diberikan Allah dan terus menggali potensi buah hatinya. Syihab ternyata memiliki kemampuan menghafal Al Qur'an. Ia dapat menirukan lantunan ayat Al Qur'an yang ia dengar.
Setelah lulus SD, ia memutuskan untuk fokus di tahfidz dan menuntaskan hafalannya sampai 30 juz. Syihab memilih Home Schooling agar memiliki lebih banyak waktu untuk menghafal Al Qur’an serta belajar keterampilan lainnya, seperti huruf braille, laptop dan ponsel.
Remaja berusia 13 ini kini telah mampu hafal17 juz. Ia belajar di SMP Islam Al Azhar Tulungagung. Sedangkan semua proses pembelajaran jarak jauh dan setor hafalan dilakukan di Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an.
Beberapa prestasi dan acara yang pernah ia ikuti seperti mengaji dalam pembukaan acara pengajian ustadz-ustadz terkenal seperti ustad Yusuf Mansur, Aa Gym, Syech Ali Jaber dan yang lainnya. Menjadi bintang tamu pada acara MTQ Mahasiswa Tingkat Nasional di Universitas Brawijaya, juga Menjadi Duta Quran PPPA Darul Quran.
Editor: Ahmad Antoni